Jasa SEO
   HOME    |     PROFILE    |     TESTIMONIAL    |     CARA BERGABUNG   |     AGEN KAMI DI SELURUH INDONESIA    |     GALLERY    |     CONTACT
1. FOOD SUPPLEMENT (25)
2. DRINK SUPPLEMENT (6)
3. PERSONAL CARE (2)
4. FERTILIZER (0)
5. SUPER BONUS PASANGAN HARIAN (0)
6. SARANA PENUNJANG BISNIS ANDA (0)
7. THE REAL HAPPINESS IN THE LIFE (0)
8. SLIMMING SET (2)
9. PUPUK ORGANIK CAIR (2)
10. SKIN CARE & BEAUTY (8)
BEST SELLER
Goats Milk
JELLY GAMAT
GINKGO PLUS
GRAPE SEED
GARLIC

SHOUT BOX
Nama:
Email:
Comment:



Selamat Datang di Website kami...!! Kami ucapkan terimakasih banyak telah mengunjungi website kami                              Informasi lebih lanjut, Hub: Tlp : 021-5570 1419 | 0813 7603 1034 E-mail : anarita@civdynapharm.com

TBC

 

TBC (Tuberkulosis), satu istilah yang bukan asing lagi bagi kita. Karena terbiasanya kita dengan istilah ini, kesadaran kita akan bahaya dan usaha kita untuk memberantasnya jadi menipis. Hal ini bisa kita bandingkan respons kita terhadap kata ”TBC” dan ”SARS”, misalnya. Padahal kenyataannya, TBC jauh lebih memberikan dampak negatif bagi bangsa dan negara kita.

Oleh Dr. Andi Utama

Bahkan karena penderita TBC adalah umur produktif, ancaman TBC adalah ancaman nasional dan ancaman masa depan bangsa Indonesia. Karena itu, ancaman ini harus diberantas. Untuk pemberantasannya diperlukan upaya baik dari pemerintah maupun masyarakat. Upaya ini akan terlaksana jika kita menyadari akan bahaya ancaman TBC ini.
Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan TBC adalah pantas dikatakan sebagai bakteri pembunuh masal. WHO memperkirakan bakteri ini membunuh sekitar dua juta jiwa setiap tahunnya. Dan angka pertambahan orang yang terinfeksi lebih dari 56 juta tiap tahunnya. Biasanya 5 - 10% di antara infeksi berkembang menjadi penyakit, dan 40% di antara yang berkembang menjadi penyakit berakhir dengan kematian.
Angka ini adalah angka yang besar, karena dua ñ empat orang terinfeksi setiap detik, dan hampir empat orang setiap menit meninggal karena TBC ini. Kecepatan penyebaran TBC bisa meningkat lagi sesuai dengan peningkatan penyebaran HIV/AIDS dan munculnya bakteri TBC yang resisten terhadap obat.
Selain itu migrasi manusia juga mempercepat penyebaran TBC. Di Amerika Serikat, hampir 40% dari penderita TBC adalah orang yang lahir di luar negeri. Mereka imigrasi ke Amerika dan menjadi sumber penyebaran TBC. Begitu juga dengan meningkatnya jumlah pengungsi akibat perang dengan lingkungan yang tidak sehat sehingga memudahkan penyebaran TBC. Diperkirakan sebanyak 50% dari pengungsi di dunia berpeluang terinfeksi TBC.
Di kawasan Asia Tenggara, data WHO menunjukkan bahwa TBC membunuh sekitar 2.000 jiwa setiap hari. Dan sekitar 40% dari kasus TBC di dunia berada di kawasan Asia Tenggara. Dua di antara tiga negara dengan jumlah penderita TBC terbesar di dunia, yaitu India dan Indonesia, berada di wilayah ini. Indonesia berada di bawah India, dengan jumlah penderita terbanyak di dunia, diikuti Cina di peringkat kedua.
Dibandingkan dengan penyakit menular lainnya, TBC juga menjadi pembunuh nomor satu di kawasan ini, di mana jumlahnya dua ñ tiga kali jumlah kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS yang berada di peringkat kedua. Sementara itu, penyakit tropis seperti demam berdarah dengue (DBD) tidak sampai sepersepuluhnya. Kita bisa membayangkan betapa seriusnya masalah TBC ini.

Imunisasi
Pengontrolan TBC yang kedua adalah imunisasi. Imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyaki TBC. Vaksin TBC, yang dikenal dengan nama BCG terbuat dari bakteri M. tuberculosis strain Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Vaksin ini dikembangkan pada tahun 1950 dari bakteri M. tuberculosis yang hidup (live vaccine), karenanya bisa berkembang biak di dalam tubuh dan diharapkan bisa mengindus antibodi seumur hidup. Karena itu, vaksinasi BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. Di Indonesia, diberikan sebelum berumur dua bulan.
Imunisasi TBC ini tidak sepenuhnya melindungi kita dari serangan TBC. Tingkat efektifitas vaksin ini berkisar antara 70-80%. Karena itu, walaupun telah menerima vaksin, kita masih harus waspada terhadap serangan TBC ini. Karena efektifitas vaksin ini tidak sempurna, secara global ada dua pendapat tentang imunisasi TBC ini. Pendapat pertama adalah tidak perlu imunisasi. Amerika Serikat tidak melakukan vaksinasi BCG, tetapi mereka menjaga ketat terhadap orang atau kelompok yang berisiko tinggi serta melakukan diagnosis terhadap mereka. Pasien yang terdeteksi akan langsung diobati. Sistem deteksi dan diagnosis yang rapi inilah yang menjadi kunci pengontrolan TBC di AS.
Pendapat yang kedua adalah perlunya imunisasi. Karena tingkat efektifitasnya 70-80%, sebagian besar rakyat bisa dilindungi dari infeksi kuman TBC. Negara-negara Eropa dan Jepang adalah negara yang menganggap perlunya imunisasi. Bahkan Jepang telah memutuskan untuk melakukan vaksinasi BCG terhadap semua bayi yang lahir tanpa melakukan tes Tuberculin, tes yang dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi yang dihasikan oleh infeksi kuman TBC. Jika hasil tes positif, dianggap telah terinfeksi TBC dan tidak akan diberikan vaksin. Karena jarangnya kasus TBC di Jepang, dianggap semua anak tidak terinfeksi kuman TBC, sehingga diputuskan bahwa tes Tuberculin tidak perlu lagi dilaksanakan.
Karena Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak, vaksinasi BCG dan terapi perlu dilaksanakan. Dengan melaksanakan vaksinasi ini, jumlah kasus dugaan (suspected cases) jauh akan berkurang, sehingga memudahkan kita untuk mendeteksi pasien TBC, yang selanjutnya diterapi dengan strategi DOTS.
Usaha pemberantasan TBC di Indonesia belum memberikan hasil yang maksimal. Misalnya dalam terapi DOTS, tingkat deteksi kasus tahun 2001 hanya 21%, jauh di bawah target WHO, 70%. Ini menjadi salah satu faktor kurang berhasilnya pengontrolan TBC di Indonesia. Tingkat deteksi ini perlu ditingkatkan melalui upaya pemerintah dan kerja sama masyarakat.(*)

Penulis adalah Peneliti Puslit Bioteknologi-LIPI
 


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar Obat TBC
DI
Last update : 08/07/2012
Tonic Plus
Rp. 0,-
DI
Last update : 06/07/2012
JUS MANGGIS (MANGOSTEEN PLUS)
Rp. 0,-
DI
Last update : 04/07/2012
SPIRULINA
Rp. 0,-
DI
Last update : 04/07/2012
JELLY GAMAT
Rp. 0,-
DI
Last update : 02/07/2012
Goats Milk
Rp. 0,-
   ONLINE SUPPORT
CIV Dynapharm
Jl. Hasyim Ashar
Kompleks Banjar Wijaya
Blok B33 No.12
Cluster Asia
Tangerang, Banten
Telepon
(021) 5570 - 1419
Ponsel
0813 - 7603 - 1034
0815 - 7466 - 6869
Pin BB
52375347
   

TEMUKAN OBAT UNTUK
PENYAKIT ANDA DISINI

TULIS PENYAKIT ANDA:
   PENYAKIT
Ambeien Anemia Asma Bau Mulut Bronkitis Cacar Air Darah Tinggi DBD Diabetes Diare Eksim Gagal Ginjal GIGI Hepatitis Jantung Jerawat Kanker Kolesterol Lambung Maag Mata Minus/Plus Normal Haid Obesitas Osteoporosis Radang Tenggorok Rambut Rontok Reumatik Sariawan Stroke Talassemia TBC Tekanan Darah Rendah Typus Vertigo
Create by Morosakato