Jasa SEO
   HOME    |     PROFILE    |     TESTIMONIAL    |     CARA BERGABUNG   |     AGEN KAMI DI SELURUH INDONESIA    |     GALLERY    |     CONTACT
1. FOOD SUPPLEMENT (25)
2. DRINK SUPPLEMENT (6)
3. PERSONAL CARE (2)
4. FERTILIZER (0)
5. SUPER BONUS PASANGAN HARIAN (0)
6. SARANA PENUNJANG BISNIS ANDA (0)
7. THE REAL HAPPINESS IN THE LIFE (0)
8. SLIMMING SET (2)
9. PUPUK ORGANIK CAIR (2)
10. SKIN CARE & BEAUTY (8)
BEST SELLER
Goats Milk
JELLY GAMAT
GINKGO PLUS
GRAPE SEED
GARLIC

SHOUT BOX
Nama:
Email:
Comment:



Selamat Datang di Website kami...!! Kami ucapkan terimakasih banyak telah mengunjungi website kami                              Informasi lebih lanjut, Hub: Tlp : 021-5570 1419 | 0813 7603 1034 E-mail : anarita@civdynapharm.com

Eksim

 

 

ECZEMA

I. PENDAHULUAN:

Bentuk eczema endogen, di tandai oleh lesi berbentuk uang logam (numular) kering atau basah. [yun.ekzein berbisul] [MeSH:Eczema] dermatitis papulovesikular yang gatal yang timbul sebagai reaksi terhadap banyak agen endogen dan eksogen, pada stadium akut di tandai oleh eritema, edema yang di sertai dengan eksudat serosa di antara sel-sel epidermis(spongiosis) dan infiltrate radang di dalam dermis, basah (rembesan) dan vesikulasi, serta pembentukan krusta serta skuama, dan pada stadium yang lebih kronik di tandai oleh lekenifikasi atau penebalan atau kedua nya, tanda-tanda ekskoriasi, dan hiperpigmentasi atau hipopigmentasi atau kedua nya. Dermatitis atopik merupakan jenis dermatitis yang paling umum di sebut juga eczematous dermatitis.

 

II. GEJALA DAN TANDA:

1.      Terjadi terutama pada penderita berusia pertengahan yang mempunyai

       kebiasaan tegang.

2.      Tidak terdapat riwayat eczema atopik dalam keluarga.

3.      Terjadi perlahan-lahan.

4.      Lesi mungkin multipel.

5.      Vesikel sangat kecil yang dapat membentuk krusta dan bersatu.

6.      Biasa nya mengenai punggung tangan dan lengan bawah, betis dan paha.

7.      Beberapa kasus menghilang dalam beberapa bulan sementara yang lain memasuki masa inaktif.

 
Eczema atau eksim adalah kelainan kulit kronis yang sangat gatal, umum dijumpai, ditandai oleh kulit yang kering, inflamasi dan eksudasi, yang kambuh-kambuhan. Kelainan biasanya bersifat familial, dengan riwayat atopi pada diri sendiri ataupun keluarganya. Atopi ialah kelainan dengan dasar genetik yang ditandai oleh kecenderungan individu untukmembentuk antibodi berupa imunoglobulin E (IgE) spesifik bila berhadapan dengan alergen yang umum dijumpai, serta kecenderungan untuk mendapatkan penyakit-penyakit asma, rhinitis alergika dan DA, serta beberapa bentuk urtikaria.
Dalam kehidupan sehari-hari, eksim (dermatitis atopik) merupakan peradangan menahun pada lapisan atas kulit yang menyebabkan rasa gatal; seringkali terjadi pada penderita rinitis alergika atau penderita asma dan pada orang-orang yang anggota keluarganya ada yang menderita rinitis alergika atau asma.
Eksim merupakan peradangan pada lapisan kulit, baik di lapisan epidermis maupun dermis. Seperti diketahui, kulit terdiri dari tiga lapisan, lapisan jangat (epidermis), dermis, dan jaringan subkutis. Epidermis sebagai lapisan paling atas terbentuk pada usia kehamilan 5-6 minggu. Setidaknya, sekitar 28 hari sekali kulit akan berganti dengan kulit baru. Selain itu, terdapat sel pigmen yang melindungi tubuh dari efek sinar matahari.

Tanda-tanda eksim, antara lain, kulit kemerah-merahan, kulit kering, basah, atau tebal dan bersisik. Biasanya eksim baru warnanya agak lebih merah, agak basah, disertai bengkak. Sementara pada yang kronis atau sudah lama, lebih tebal, bersisik, kering, dan warnanya agak kehitaman.

Eksim karena faktor pencetus dari lingkungan bersifat alergen yang dapat menimbulkan reaksi alergi di tubuh, sehingga kulit menjadi gatal dan timbul eksim.
Faktor lain yang memudahkan terjadinya eksim adalah sifat kulit, yakni kulit kering. Pemakaian sabun yang kadar alkalinya tinggi, terlalu sering berada di ruangan ber-AC dengan suhu di bawah 18° Celsius, memakai pakaian dari wol, bisa memicu kambuhnya eksim.

Meski penyebabnya genetik (keturunan), sepanjang tak ada faktor pencetusnya, eksim ini tidak akan timbul. Jadi, kalau gejalanya masih sedikit gatal atau merah, lebih baik langsung diingat-ingat apa yang sudah dimakan dan dikenakan, lalu cepat hindari agar tidak berkepanjangan.

III.PENYEBAB:
      Penderita dermatitis atopik biasanya juga memiliki penyakit alergi lainnya.
Hubungan antara dermatitis dan penyakit alergi tersebut tidak jelas, beberapa penderita memiliki kecenderungan yang sifatnya diturunkan untuk menghasilkan antibodi secara berlebihan (misalnya immunoglobulin E) sebagai respon terhadap sejumlah rangsangan yang berbeda.
Berbagai keadaan yang bisa memperburuk dermatitis atopik:


                  Stres emosional
    Perubahan suhu atau kelembaban udara
Infeksi kulit oleh bakteri
Kontak dengan bahan pakaian yang bersifat iritan (terutama wol). Pada beberapa anak-anak, alergi makanan bisa memicu terjadinya dermatitis atopik.
 

IV.PENATALAKSAAAN:


            Krim atau salep corticosteroid bisa mengurangi ruam dan mengendalikan rasa gatal. Krim corticosteroid yang dioleskan pada daerah yang luas atau dipakai dalam jangka panjang bisa menyebakan masalah kesehatan yang serius, karena obat ini diserap ke dalam aliran darah.
Obat eksim yang mengandung kortikosteroid diberikan sebagai anti radang dan anti mitosis (pembelahan). Pemakaian sediaan yang mengandung kortikosteroid harus sesuai anjuran dokter meskipun penggunaan secara topikal relatif lebih aman.
Obat tersebut adalah antiinflamasi, untuk sediaan salep penggunaannya ditujukan untuk gangguan-gangguan kulit yang bersifat proliferatif, seperti psoriasis (gangguan kulit yang manifestasinya berupa timbulnya bintil-bintil kecil yang terasa gatal dan jika digaruk dapat berair atau bersisik), dan juga penyakit-penyakit inflamasi seperti beberapa jenis dermatitis (infeksi kulit).
Sebagaimana antiinflamasi, tentunya hidrokortison bekerja mengecilkan pembuluh darah yang melebar dan adanya pembengkakan pada kulit. Kebetulan, pada jenis tertentu, jerawat juga berwujud bintil/bengkak kemerahan. Namun kami tidak menganjurkan penggunaan hidrokortison terus menerus karena senyawa-senyawa turunan steroid dapat menembus ke dalam kulit dan dapat menumpuk di bawah kulit setelah pemakaian dalam jangka waktu yang panjang.
Jika krim atau salep sudah tidak efektif lagi, maka digantikan oleh jeli minyak selama 1 minggu atau lebih. Mengoleskan jeli minyak atau minyak sayur bisa membantu menjaga kehalusan dan kelembaban kulit.
Jika digunakan kembali setelah pemakaiannya dihentikan sesaat, corticosteroid menjadi efektif kembali.
Pada beberapa penderita, ruam semakin memburuk setelah mereka mandi, bahkan sabun dan air menyebabkan kulit menjadi kering dan penggosokan dengan handuk bisa menyebabkan iritasi. Karena itu dianjurkan untuk lebih jarang mandi, tidak terlau kuat mengusap-usap kulit dengan handuk dan mengoleskan minyak atau pelumas yang tidak berbau (misalnya krim pelembab kulit). Antihistamin (difenhidramin, hydroxizini) bisa mengendalikan rasa gatal, terutama dengan efek sedatifnya. Obat ini menyebabkan kantuk, jadi sebaiknya diminum menjelang tidur malam hari. Kuku jari tangan sebaiknya tetap pendek untuk mengurangi kerusakan kulit akibat garukan dan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.
 
Penderita sebaiknya belajar mengenali tanda-tanda dari infeksi kulit pada dermatitis atopik (yaitu kulit bertambah merah, pembengkakan, terdapat gurat-gurat merah dan demam). Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik. Tablet dan kapsul corticosteroid bisa menimbulkan efek samping yang serius, karena itu hanya digunakan sebagai pilihan terakhir pada kasus yang membandel. Obat ini bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, kelemahan tulang, penekanan kelenjar adrenal dan masalah lainnya, terutama pada anak-anak.

Selain itu, efeknya yang menguntungkan hanya bertahan sebentar. Pada dewasa bisa dilakukan terapi dengan sinar ultraviolet ditambah psoralen dosis oral. Terapi ini jarang dilakukan pada anak-anak karena efeks samping jangka panjang yang berbahaya, yaitu kanker kulit dan katarak. Penanggulangan yang dianjurkan adalah melalui pendekatan eklektik holistik, maka selain diberi pengobatan simptomatis juga psikoterapi (biological priority and psychological supremacy) di mana faktor biologis merupakan prioritas (keutamaan), sementara aspek psikologis dan sosial merupakan supremasi (keunggulan). Pada penatalaksanaan dermatitis, prioritas umum adalah pengobatan aspek biologis (medikamentosa), yaitu dengan menggunakan obat-obatan dan salep, bersamaan dengan itu tetap mengutamakan proses psikologis. Intervensi psikoterapi dapat dilakukan dengan berbagai cara,
tergantung spesifisitas tiap kasus, dapat dilakukan dengan terapi individu (psikoterapi suportif individual), psikoterapi kelompok, medifikasi lingkungan serta terapi perilaku.

Terapi individu dapat dilakukan dengan prinsip dinamik. Target atau tujuan terapi individu adalah menolong penderita untuk meningkatkan tilikan ke dalam, pengertian mengapa dan bagaimana faktor psikologis dapat menyebabkan eksaserbasi, gejala fisik serta mengenali konflik di bawah sadar serta mekanisme secondari gain. Yang dimaksud dengan secondary gain atau keuntungan sekunder adalah karena sakitnya penderita memperoleh perhatian dari lingkungannya atau terbebas dari menjalankan tugas yang tidak menyenangkan atau menimbulkan stres.

Terapi kelompok menyediakan dukungan dari kelompok dan forum sebagai wadah untuk memperbaiki keterampilan bersosialisasi dan berinteraksi di dalam kelompok. Kelompok itu dapat mengeksplorasi masing-masing ketergantungan yang hebat, proteksi berlebihan dari orang tua atau keluarga, menggunakan gejala sebagai alat manipulsi, menyetujui dan menerima terapi medis yang diberikan serta menanamkan kebutuhan untuk kontrol kembali. Bagi penderita yang mengalami kesulitan dalam bersosialisasi (pendiam, tertutup, pemalu serta sulit bergaul) terapi kelompok merupakan pilihan utama. Menjauhkan penderita dari situasi atau lingkungan yang menimbulkan stres merupakan salah satu cara modifikasi lingkungan, misalnya modifikasi lingkungan banyak digunakan untuk penyakit-penyakit alergi (dermatitis dan asma bronchiale). Penderita ini harus berada di lingkungan yang bebas dari segala hal yang dapat menimbulkan eksaserbasi atau serangan, misalnya untuk penderita asma, rumah harus selalu bersih bebas debu, cukup ventilasi dan mendapat sinar matahari. Untuk penderita dermatitis, hindari zat-zat atau
kosmetik yang yang dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau menghindari situasi dan makanan yang dapat menyebabkan eksaserbasi.Cara lain adalah dengan terapi keluarga (family therapy).
Keluarga diharapkan dapat mengerti pola interaksi di dalam suasana keluarga tersebut, sehingga keluarga dapat menolong untuk menciptakan model interaksi yang lebih sehat yang dapat membebaskan penderita dari sikap mempertahankan penyakit. Selain itu bila ditemukan ada konflik dalam perkawinan (bermasalah), dianjurkan untuk menjalani konsultasi perkawinan dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan perkawinan dan memperkuat ikatan perkawinan serta memelihara ikatan antara tiap generasi.Terapi perilaku merupakan komponen penting. Banyak penderita gangguan psikosomatik termasuk dermatitis adalah seorang dengan kepribadian pemalu, pasrah dan kurang punya rasa percaya diri. Salah satu tujuan dari terapi perilaku adalah meningkatkan rasa percaya diri dan belajar, bagaimana mengekspresikan penderitaannya secara Sesuai.Menghilangkan secondary gain dari gejala yang dialami adalah sangat sulit. Dengan memberikan imbalan terhadap usaha dan hasil yang dicapai dalam mengatasi dan mengontrol gejala (dengan token therapy) lama-kelamaan perilaku yang diinginkan tersebut akan menjadi kebiasaan (conditioning). Mengajarkan penderita mengenal patofisiologis bagaimana terjadinya kecemasan serta hubungannya dengan gejala-gejala dermatitis, dapat membantu penderita dalam mempersiapkan diri untuk mengatasi kecemasan dan gejala-gejala dermatitis tersebut.
 
 

 


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar Obat Eksim
DI
Last update : 08/07/2012
CHLOROPHYLL
Rp. 0,-
DI
Last update : 04/07/2012
JELLY GAMAT
Rp. 0,-
DI
Last update : 02/07/2012
Goats Milk
Rp. 0,-
   ONLINE SUPPORT
CIV Dynapharm
Jl. Hasyim Ashar
Kompleks Banjar Wijaya
Blok B33 No.12
Cluster Asia
Tangerang, Banten
Telepon
(021) 5570 - 1419
Ponsel
0813 - 7603 - 1034
0815 - 7466 - 6869
Pin BB
52375347
   

TEMUKAN OBAT UNTUK
PENYAKIT ANDA DISINI

TULIS PENYAKIT ANDA:
   PENYAKIT
Ambeien Anemia Asma Bau Mulut Bronkitis Cacar Air Darah Tinggi DBD Diabetes Diare Eksim Gagal Ginjal GIGI Hepatitis Jantung Jerawat Kanker Kolesterol Lambung Maag Mata Minus/Plus Normal Haid Obesitas Osteoporosis Radang Tenggorok Rambut Rontok Reumatik Sariawan Stroke Talassemia TBC Tekanan Darah Rendah Typus Vertigo
Create by Morosakato